IBU


 

kejadian ini terjadi pada tanggal 10 maret 2010 lalu….

sungguh singkat tapi membuatku sedikit lebih paham tentang arti hidup,
hidup yang selama ini kufikir begitu mudah untuk diarungi, tapi ternyata begitu complicated dan penuh teka-teki…..

begini ceritanya kawan,
malam itu,ketika aku hendak dalam perjalanan menuju tempat ngajar, aku yang lagi dengar lagu melalui earphoneq naik angkot….

ya…. taulah teman,
aku belum ada duit untuk beli yang namanya kereta,
naek angkot adalah solusi terbaik daripada aku harus minjem punya teman.

ketika kududukkan tubuh ini pada bangku panjang angkot yang sudah kusam, ku melihat seorang ibu sepertiga baya yang sedang mengandung. hipotesisq pertama adalah, ibu itu masih umur 25-30 an gitu, mengandung anak pertama, dan baru pulang kerja.

setelah kuperhatikan beberapa menit, hipotesisku ternyata benar,
kulihat wajahnya yang letih akan kerasnya zaman yang belum keriput, menandakan dia masih sepertiga baya,
kuperhatikan tangannya, begitu banyak urat nadi yang keluar2…
menandakan beliau adalah pekerja keras

dia membawa suatu bungkusan koran,
yang aku yakin itu adalah baju anak kecil,
yaaaaaa….
betul teman,
itu adalah baju untuk calon bayi tercintanya………

kulihat kakinya yang penuh debu…..
meyakinkanku bahwa seharian dia kerja banting tulang seharian,
apalagi setelah kuperhatikan kulitnya yang kusam…….
dia yang hamil bekerja banting tulang di bawah terik matahari…..

hatiku terus bergejolak untuk melihat ibu sepertuga baya ini jauh ke dalam……..
hamil anak pertama, bekerja banting tulang dibawah terik matahari,

BIG QUESTION dalam hatiku
SUAMINYA DIMANA??

ada dua opsi dalam hatiku
*pertama, suaminya juga bekerja keras untuk mengumpulkan dana untuk istri tercintanya ketika persalinan nanti,
* kedua, suaminya itu adalah manusia brengsek yang begitu saja meninggalkan atau membiarkan istri yang mengandung darah dagingnya sendiri untuk bekerja keras. atau lebih parahnya, dia malah duduk goyang kaki dirumah, menunggu hasil keringat istrinya, ATAU malah dia asik bermain dengan wanita lain….

apapun sebenarnya yang terjadi, tidak ada hak bagi suaminya untuk membiarkan istrinya yang lagi hamil untuk bekerja sekalipun dia juga bekerja…
karena kewajiban suami adalah bekerja untuk istri dan sang jabang bayi…….

teman,
ibu itu begitu lelah bekerja seharian, ia hanya bisa memjamkan mata di angkot,
terkadan kepalanya hampir terbentur ke kaca ketika angkot ngerem…
andai aja suaminya ada disisinya, maka kepalanya bisa bersandar dibahu suaminya,
tapi apa hendak dikata,
beginilah dunia kita, teman.

fikiranku pun jauh terbang 19 tahun yang lalu, ketika ibuku yang sangat kucinta mengandungku…..
anak laki2 pertamanya, karena 4 anak sebelum aku adalah perempuan…..
aku terbayang, bagaimana dulu ibu yang begitu mulia harus mengandungku dengan penuh rasa was-was….
dulu, kata beliau, aku ini begitu recok dikandungan🙂
sering nendang2 perut beliau gitu……
tapi andai aku sadar dulu klo aku pernah nendang2 perut beliau, maka aku ta’kan pernah memaafkan diri ini…….
beliau juga harus mempertaruhkan nyawanya ketika melahirkan anaknya yang banyak salah ini…… sungguh nikmat yang gag pernah kusadari……

nah teman, ku bayangkan ibu yang didepanku ini adalah ibuku sendiri, dan jabang bayi yang dikandungnya itu adalah aku,
air mataku menetes pilu ketika aku membayangkannya teman,
ingin ku menangis di depan ibu itu, tapi waktu membuatku membatalkanku untuk melakukan hal itu, karena aku tidak sadar aku telah nyampe di denai, tempatku ngajar……

tik……
setetes air mata jatuh jauuuuhhh kedalam sanubariku ketika aku melihat wajah letih ibu itu untuk terakhir kalinya….

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

teman,
masihkah pantas kita membagi cinta kita pada orang yang hanya mengatakan cinta semunya yang bisa menghancurkan masa depan kita,
masih pantaskah kita membagi cinta kita kepada sesosok makhluk mulia yang telah mengandung kita selama 9 bulan, menyusui kita selama dua tahun, dan merawat kita seumur hidup kita???
masih pantaskah teman????

Image

About rahmatnawisiregar

tidak ada sesuatu yang spesial dalam diri ini. masih begitu banyak hal yang perlu saya pelajari. menempatkan diri dalam kondisi kritis, keluar dari zona kenyamanan yang ada, dan yakin bahwa semesta akan mendukung
This entry was posted in motivasi, pendidikan. Bookmark the permalink.

2 Responses to IBU

  1. alfan mubarak says:

    jasa mamak ku tak terhingga. tak sanggup aku balas sampai kapanpun. (mamak=ibu)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s