KAYABUKIYA


<p>Sekilas tidak ada yang istimewa dengan nama yang tertera di atas sebelum tahun 2008 media barat melaporkan hal yang unik sekaligus menggelitik dari tempat ini. Kayabukiya hanyalah sebuah pub atau lebih pas nya disebut sebagai restoran yang menyediakan minuman khas jepang saat musim dingin, yaitu sake. Tempat ini terletak di kota Utsonomiya, sebelah utara Tokyo.</p><p>Well, hal yang unik dari tempat ini adalah pelayannya. Emang kenapa dengan pelayannya? engak… bukan seperti yang anda bayangkan. Namun out of imagination. Bayangkan jika pelayannya adalah monyet. ya…. Pelayan di tempat ini adalah monyet. M-O-N-Y-E-T. Saya tidak sedang bercanda. kalau tidak percaya, search lah di youtube judul di atas.

Image
Kaoru Otsuka, pemilik restaurant, mengatakan semuanya bermula ketika dia memberikan serbet kepada monyet peliharaanya, lalu monyet yang penasaran itu pun memberikannya pada pelanggan. Sontak, kejadian itu membuat Kaoru Otsuka untuk membuat sebuah ide yang belum pernah terlintas di otak manusia lain. Lalu ia pun mulai mempekerjakan dua monyet, “Yat Chan” adalah monyet berusia 12 tahun yang biasa mengenakan kaos dan celana pendek ketika sedang bertugas menuangkan minuman ke gelas pelanggan, dan “Fuku Chan” monyet berusia 4 tahun yang bertugas untuk mengantarkan serbet ketika pelanggan selesai makan.

Duet monyet beda usia ini pun akhirnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelancong. tidak usah takut kalau monyet ini jorok atau apalah namanya, karena mereka telah diberikan perlakuan khusus oleh sang majikannya.

Saking dahsyatnya duet ini, Pemerintah Jepang pun akhirnya mengeluarkan UU yang menyatakan bahwa monyet hanya boleh bekerja selama 2 jam sehari.

Peraturan ini tidak membuat Otsuka khawatir, karena ia telah melatih beberapa monyet lagi untuk bisa dijadikan sebagai pelayan di restaurannya.

nah, jika Monyet saja bisa diajari bagaimana mencari duit halal, lantas, bagaimana dengan KITA?? ^-^V 

 

 

sumber : Image

http://en.wikipedia.org/wiki/Kayabukiya_Tavern

http://www.google.co.id/imgres?q=kayabukiya&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:id:official&tbm=isch&tbnid=MgE5bv_3jz96pM:&imgrefurl=http://www.lifestyleasia.com/en/features/entertainment/tokyo-monkey-waiters-restaurant-kayabukiya-tavern-1843/&docid=UFD6f1FTWoKg_M&imgurl=http://www.lifestyleasia.com/c/content/features-view/63/63135.jpg&w=540&h=320&ei=PTumT7z5FcHWrQfr-5GHAg&zoom=1&iact=hc&vpx=411&vpy=156&dur=1729&hovh=173&hovw=292&tx=162&ty=70&sig=113308123878528998406&page=1&tbnh=105&tbnw=178&start=0&ndsp=15&ved=1t:429,r:2,s:0,i:71&biw=1024&bih=605

 

About rahmatnawisiregar

tidak ada sesuatu yang spesial dalam diri ini. masih begitu banyak hal yang perlu saya pelajari. menempatkan diri dalam kondisi kritis, keluar dari zona kenyamanan yang ada, dan yakin bahwa semesta akan mendukung
This entry was posted in pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s