behind “ES TELER 77”


Apa yang biasa dilakukan oleh seorang guru ketika melihat seorang murid yang menyontek? Hukuman mungkin adalah hal yang lumrah dalam kehidupan pendidikan di Negara kita ini. Dari pencitraan selama ini, kata ‘menyontek’ telah menjadi sebuah kata yang destruktif. Namun dalam catatan kali ini, saya ingin sedikit memaparkan seorang sosok sukses karena kebiasaan buruknya sejak SD yaitu ‘menyontek’.

Gambar

Namanya adalah Sukyatno Nugroho. Kesuksesan pria tamatan SMA ini sebenarnya tak lepas dari kelihaiannya menyontek sejak bangku sekolah. Gara-gara keahlian nyeleneh ini, dia pun menciplak es campur hasil karya ibu mertuanya sehingga ia berhasil menjadi juara Indonesia dalam membuat es teler pada 1982. Resep es teler itu dia JIPLAK mentah-mentah.

Berhasil menjadi juara pertama, ia pun mulai membuka warung es teler bermodalkan 1 juta rupiah sejak 1982 di halaman pusat pertokoan Duta Merlin, Jakarta.  Setelah beberapa kali digusur danmengalami kegagalan, ia pun memberanikan diri membuka usahanya ke plaza pada tahun 1994 dan ini lah yang menjadi batu loncatan kesuksesannya.

Kesuksesan pria ini didasarkan pada falsafah hidupnya yang sangat sederhana yakni pertama, hidup ini harus dilakoni, bukan dikhayalkan. Kedua, kegagalan dalam hidup adalah kegagalan yang tertunda. Ketiga, hidup ini harus diisi dengan kerja keras, dengan menggunakan akal.

Dialah pendiri Es Teler 77 yang telah sukses mengepakkan sayap bisnisnya dengan system frenchise atau waralaba. Sebelum krisis moneter yang menerpa bangsa Indonesia, terwaralabanya mencapai dan pada tahun 2006 bisnisnya pun hadir di 22 propinsi, 15 cabang di Malaysia, Singapura, dan Australia.

Gambar

Adakah hal yang unik dari Es Teler 77 selain label “Juara Indonesia” yang melekat di setiap outletnya? Ya. Satu hal unik yang mungkin orang ‘kiri’ tidak akan mampu menerima itu, yaitu ‘menyontek’. Lalu siapa bilang kalau menyontek itu membawa kegagalan? Siapa bilang menjiplak itu adalah sesuatu yang buruk? Bukankah semua bisnis waralaba adalah hasil dari jiplakan?. Jika tidak, lalu kenapa menyontek itu sangat diharamkan?

About rahmatnawisiregar

tidak ada sesuatu yang spesial dalam diri ini. masih begitu banyak hal yang perlu saya pelajari. menempatkan diri dalam kondisi kritis, keluar dari zona kenyamanan yang ada, dan yakin bahwa semesta akan mendukung
This entry was posted in pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s