KOPI SIPIROK


Berada di rantau orang membuat kita terkadang rindu akan kampung halaman tercinta. Nah, untuk mengobati rasa rindu itu, rantauer ( perantau, red) mempunyai berbagai cara. Nah, saya sebagai rantauer mempunyai salah satu tradisi yang sudah beberapa tahun ini saya lakukan. Apalagi kalau bukan menikmati indahnya pagi hari dengan segelas Kopi Sipirok sambil menonton berita. Hmmm… agak sedikit aneh memang.

 

Kopi ini seakan telah mendarah daging bagi saya (hehehe). Bayangkan saja, sejak saya balita telah dibiasakan untuk meminum kopi ini. Kata Ayah saya itu adalah salah satu cara agar saya tidak kejang-kejang (step,red). Well, apapun itu, tapi Kopi ini memang mempunyai cita rasa legendaris. Perpaduan antara pahit dan manis kopi ini sungguh sempurna. Memang sedikit membuat perut kembung, namun disitulah nikmatnya kopi ini.

 

Sipirok adalah ibukota Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, SUMUT. Daerah ini sangat terkenal dengan hasil buminya yang melimpah ruah, salah satunya adalah Kopi.  Kopi Sipirok adalah kopi jenis arabika yang menjadi salah satu komoditas ekspor Sumut, selain Kopi Sidikalang yang pernah tersebar hingga ke Jepang.

 

Anyway, Dua bulan sudah stok kopi saya menipis. Biasanya saya selalu mengharapkan kiriman kopi dari orangtua. Namun untuk belakangan ini, permintaan saya seakan tidak digubris oleh mereka. Jadilah saya hanya minum Kopi sachet yang malah bikin ngantuk kalau diminum.

Gambar

Sebagai penggila Kopi sipirok, otak saya akan terasa encer jika setiap pekerjaan yang saya hadapi selalu dihidangkan kopi. Beneran looo…. Saya kan mahasiswa tingkat akhir yang sedang ngerjain skripsi, otak akan buntu jika tidak dihidangkan kopi. Namun sebaliknya, Jari dan otakku akan menari seiring dengan lidahku yang bercengkrama dengan kopi ini. Skripsiku pun berjalan lancar…. heheheheheee

 

Ini cerita kopiku, yokkk sharing gimana kopi dari daerahmu..

 

 

About rahmatnawisiregar

tidak ada sesuatu yang spesial dalam diri ini. masih begitu banyak hal yang perlu saya pelajari. menempatkan diri dalam kondisi kritis, keluar dari zona kenyamanan yang ada, dan yakin bahwa semesta akan mendukung
This entry was posted in padangsidimpuan, Socialife. Bookmark the permalink.

One Response to KOPI SIPIROK

  1. karpet merah gak usah mbak. makan yang banyak aja sediain. soalnya saya doyan makan. hahahaha

    nanti ke jakarta mau nyari info beasiswa. sekalian ke bandung deh, liburan akhir tahun. heheheee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s