Amalan Mahasiswa Tingkat Akhir


Banyak sekali mahasiswa tingkat akhir yang lebih dikuasai oleh perasaan takut akan menghadapi tugas akhir dari pada perasaannya untuk segera menyelesaikan studi. Hal ini disebabkan oleh perasaan takut yang berlebihan. Trust me, it worse.  Malah ada mahasiswa yang coba menutupi kekhawatirannya dengan mengatakan bahwa skripsi itu gak perlu cepat. Hanya buutuh waktu yang tepat.  kalau yang ini mah ngeles namanya.

Gambar

Skripsi atau tugas akhir akhir bukanlah hal yang sulit. Mindset kita juga harus diubah. Gini. Well, the truth is skripsi memang sulit. Tapi  jangan dipersulit lagi dengan buruk sangka kita. Yakinkan diri kita, bahwa skripsi itu mudah. Seminar proposa hingga ujian meja hijau bukanlah alasan kita tidak bisa tidur.

Nah, agar mindset kita tadi berubah, setidaknya ada dua amalan khusus buat mahasiswa tingkat akhir. Gak susah ko’. Apa itu? Let’s cekibrot.

  1. Sedekah.

Simple kan? Apa susahnya coba sedekah? Daripada kita ngasih pelicin buat administrasi ini itu syallalaaa…. Lebih baik kita kasih sedekah sama saudara2 kita yang lagi butuh. Atau bisa juga tuh kasih infak ke mesjid yang butuh dana untuk pembangunan. Sedekah itu tolak bala. Begitu kata orang tua kita. Tapi kata mahasiswa tingkat akhir, sedekah itu PELICIN buat skripsi.

  1. Solat Duha

Kalau yang ini mungkin kita beralasan. Gimana mau solat duha om? Solat 5 waktu aja bolong-bolong. Aduuhhhh… alasan yang kayak gini berarti masih setengah hati untuk ngejalanin ni amalan. Udah. Mau bolong kek, mau ompong kek, jalanin aja. Dirikan solat duha. Masalah diterima atau gak, itu bukan urusan kita. Itu urusan Allah. Rasul pernah bilang looo : “solat duha itu mendatangkan rizki (baca : skripsi lancer) dan menolak kefakiran (baca: skrispi macet), dan tidak ada yang akan memelihara sola dhuha kecuali orang-orang yang bertaubat.”

Kalau nanti duha nya dikerjakan, InsyaAllah skripsi lancer, pasti mikir deh ninggalin 5 waktu. Masa’ udah dikasih nikmat luar biasa (lancer skripsi), malah ninggalin yang wajib. Itu mah bukan sikap seorang akademisi. Right?

 

Trust me, it works.

 

 

 

 

Eh, hamper lupa. Sedekah itu mental orang kaya looo.. kalau bisa sedekah banyak-banyak dan ikhlas, kenapa harus sedikit dan iklas?

About rahmatnawisiregar

tidak ada sesuatu yang spesial dalam diri ini. masih begitu banyak hal yang perlu saya pelajari. menempatkan diri dalam kondisi kritis, keluar dari zona kenyamanan yang ada, dan yakin bahwa semesta akan mendukung
This entry was posted in motivasi, pendidikan. Bookmark the permalink.

2 Responses to Amalan Mahasiswa Tingkat Akhir

  1. waaahhh mantap itu. sedekahnya juga ya mbak biar lebih mantap rejekinya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s