Poda Na Lima


Poda dalam bahasa angkola-mandailing adalah kata pengingat yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. Poda merupakan salah satu pegangan hidup yang diberikan oleh ompung kita dulu agar dapat menjalani hidup dengan mudah. Selain Alqur’an dan Hadits, maka masyarakat tapanuli bagian selatan mempunyai poda na lima yang sudah turun temurun diwariskan. Poda na lima berarti lima kata pengingat, yaitu :

Gambar

  1. Paias rohamu
  2. Paias pamatangmu
  3. Paias parabitonmu
  4. Paias bagasmu
  5. Paias pakaranganmu

Adapun hal esesnsial dari poda na lima ini adalah hati, tubuh, pakaian, rumah, dan pekarangan. Dengan memegang kelima poin ini, maka kesuksesan dunia dan akhirat akan kita raih.

Paias rohamu yang berarti bersihkan hatimu menjadi urutan pertama karena hati merupakan personal centre. Ada sebuah daging dalam daging dalam setiap diri manusia yang jika baik dagingnya, maka baiklah perilaku seseorang itu. Daging itu adalah hati. Hati adalah tempat semua penyakit yang tidak bisa kita temukan obat penawarnya seperti dengki, iri, marah, dusta, durhakan, dll. Paias rohamu agar nantinya semua penyakit hati yang menjadi resistance dalam hidup ini hilang dan dengan demikian kesuksesan hidup akan mendatangi kita.

Paias pamatangmu yang berarti bersihkan tubuhmu. Dengan hati yang bersih, maka akan terciptalah tubuh yang sehat. Mensana in coropore sano. Tubuh yang sehat akan membuat kita lebih powerful untuk menjalani setiap aktivitas hidup, menantang kesulitan hidup, dan menikmati setiap cobaan hidup yang diberikan.

Paias parabitonmu yang berarti bersihkan pakaian. Pakaian disini tidak hanya sebagai penutup dan pelindung tubuh dari udara panas atau dingin, tapijuga menentukan sehat tidaknya seseorang. Salah satu kebiasaan buruk lajang perantauan adalah tingkat kemalasan yang tinggi untuk membersihkan pakaian. Alhasil pakaian yang telah dipakai akan digantung untuk dipakai esok harinya. Tentu ini bukan gaya hidup yang sehat. Tubuh yang bersih akan ditutupi dengan pakaian yang bersih.

Paias bagasmu menyuruh kita untuk membersihkan rumah tempat kita tinggal. Rumah bersih bukan berarti rumah besar nan megah dengan lantai yang mengkilat, tapi sirkulasi udara yang lancar dan intensitas cahaya yang cukup ke dalam rumah. Rumah yang sehat akan menjadi tempat pribadi-pribadi yang sehat.

Paias pakaranganmu yang berarti bersihkan pekaranganmu. Diantara salah satu indicator rumah sehat adalah mempunyai pekarangan atau taman untuk menambah suasana sejuk nan asri. Pekarangan yang bersih bisa menjadi tempat rehat alternatif sambil meneguk segelas kopi hangat di pagi hari atau tempat menanam bunga bagi kaum ibu.

 Itulah beberapa alasan sederhana kenapa kita dianjurkan untuk membersihkan roha, pamatang, parabiton, bagas, dohot pakarangan kita. Dulu waktu saya masih kecil (90an) masih begitu banyak tulisan poda na lima ini terpampang di sepanjang jalan arteri kota Padangsidimpuan, tidak hanya dengan tulisan latin tapi juga dengan huruf pustaha. Hal ini sungguh sangat disayangkan mengingat semakin hilangnya poda na lima ini dari dada pemuda pemudi sidimpuan.

Hal yang paling membuat saya miris adalah poin ke tiga dari poda na lima yaitu paias parabitonmu. Sekarang ini begitu banyak pemuda pemudi sidimpuan yang sudah tidak mengindahkan ini. Celana di atas lutut dan pakaian super ketat menjadi pemandangan yang lumrah saat ini. Padahal dulunya pemudi sidimpuan begitu indah dan cantiknya dengan balutan busana muslimah dan kerudung di kepalanya.  Hal itu tergambarkan dari salah satu pantun populer sewakru saya kecil, kira-kira seperti ini bunyinya :

Huboto do pangirmu                                       aku tahu pangirmu

Unte na di julu I                                              jeruk manis yang di hulu

Huboto do parmanisonmu                              aku tahu apa yang membuatmu manis

Talokung na di ulumi                                      kerudung yang dikepalamu

 

 

Semoga Poda na lima kembali dikomersialisasikan di bumi dalihan natolu.

About rahmatnawisiregar

tidak ada sesuatu yang spesial dalam diri ini. masih begitu banyak hal yang perlu saya pelajari. menempatkan diri dalam kondisi kritis, keluar dari zona kenyamanan yang ada, dan yakin bahwa semesta akan mendukung
This entry was posted in pendidikan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s